Selasa, 01 Mei 2012

makalah PKP (belajar pembelajaran)

PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES (PKP)
MAKALAH


TUJUAN
UNTUK UJIAN TENGAH SEMESTER

SHANTI EKA PRATAMA
54005/2010

ADMINISTRASI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2012

BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Mendidik merupakan suatu proses yang bertanggung jawab untuk menjadikan seorang siswa untuk menjadi seorang anak yang pintar didalam proses belajar mengajar. Guru sebagai orang yang menggerakkan terlaksananya proses belajar mengajar seharusnya tidak hanya menggunakan strategi yang informasi saja. Sehingga membuat siswa kurang mempunyai inisiatif dan tidak dibiasakan untuk mendapatkan pengetahuan melalui usaha dan pengalaman siswa itu sendiri.hal ini di karenakan peran siswa lebih banyak hanya menerima informasi dari guru yang kemudian dihafal untuk ujian atau mendapatkan nilai. Guru sebagai orang menggerakkan terlaksananya proses belajar mengajar harusnya menggunakan strategi yang merangsang keaktifan siswa.
Untuk itu perlu pengembangan kemampuan dasar, berupa mental fisik dan sosial, untuk menemukan data dan konsep maupun pengembangan sikap dan nilai melalui proses belajar mengajar. Guna mengaktifkan siswa untuk mampu menumbuhkan sejumlah keterampilan tertentu pada diri peserta didik tersebut.
Guru harusnya melihat cara-cara pemberian informasi dan suasana interaksi dalam proses belajar mengajar. Seperti melakukan pengajaran dengan cara melihat, mendengar dan memperhatikan guru, kemudian melakukan apa yang diperintahkan guru dalam membimbing siswa itu untuk aktif belajar.




B.     TUJUAN DAN MANFAAT PENULISAN
Makalah ini dibuat sebagai ujian tengah semester mata kuliah Belajar Pembelajaran. Dengan adanya makalah ini diharapkan pembaca, yang mana, mungkin akan menjadi seorang pendidik untuk mengetahui bahwasannya dengan pendekatan keterampilan proses para pendidik mampu meggerakkan siswa-siswanya untuk aktif dalam proses belajar mengajar.
 Dengan mempelajari pendekatan keterampilan proses, para pendidik bisa mengetahui apakah siswa itu mampu merangsang ilmu pengetahuan, tidak hanya sekedar menceritakan atau mendengar cerita tentang ilmu pengetahuan.

C.     RUMUSAN MASALAH
§  Apa rasional PKP itu?
§  Apa itu pendekatan keterampilan proses (PKP)
§  Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan guru dalam penerapan PKP
§  Bagaimana peranan guru dalam penerapan PKP
§  Apa saja model-model mengajar dalam PKP

BAB II
ISI
1.      RASIONAL PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES
Beberapa alasan yang mendasari perlunya pendekatan keterampilan proses:
a.       Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat
b.      Anak didik mudah memahami konsep yang rumit dan abstrak, jika anak dilibatkan secara fisik dan mental melalui percobaan dan praktek langsung
c.       Anak didik perlu dilatih untuk aktif kreatif dan inovatif
d.      Pendekatan keterampilan proses memberikan keluwesan dalam belajar dan perbedaan individual anak dapat dilayani dalam kegiatan belajar mengajar.

2.      PENGERTIAN PKP
Keterampilan proses merupakan kemampuan siswa untuk mengelola (memperoleh) yang didapat dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) yang memberikan kesempatan seluas-luasnya pada siswa untuk mengamati, menggolongkan, menafsirkan, meramalkan, menerapkan, merencanakan penelitian, mengkomunikasikan hasil perolehan tersebut” (Azhar, 1993: 7)
Sedangkan “menurut Conny (1990 : 23) pendekatan keterampilan proses adalah pengembangan sistem belajar yang mengefektifkan siswa (CBSA) dengan cara mengembangkan keterampilan memproses perolehan pengetahuan sehingga peserta didik akan menemukan, mengembangkan sendiri fakta dan konsep serta menumbuhkan sikap dan nilai yang dituntut dalam tujuan pembelajaran khusus.
Menurut Semiawan, dkk (Nasution, 2007 : 1.9-1.10) menyatakan bahwa keterampilan proses adalah keterampilan fisik dan mental terkait dengan kemampuan- kemampuan yang mendasar yang dimiliki, dikuasai dan diaplikasikan dalam suatu kegiatan ilmiah, sehingga para ilmuan berhasil menemukan sesuatu yang baru.
Pendekatan keterampilan proses dapat diartikan sebagai wawasan atau anutan pengembangan keterampilan- keterampilan intelektual, sosial dan fisik yang bersumber dari kemampuan- kemampuan mendasar yang prinsipnya telah ada dalam diri siswa (DEPDIKBUD, dalam Moedjiono, 1992/ 1993 : 14)
Menurut Semiawan, dkk (Nasution, 2007 : 1.9-1.10) menyatakan bahwa keterampilan proses adalah keterampilan fisik dan mental terkait dengan kemampuan- kemampuan yang mendasar yang dimiliki, dikuasai dan diaplikasikan dalam suatu kegiatan ilmiah, sehingga para ilmuan berhasil menemukan sesuatu yang baru.
Dimyati dan Mudjiono (Sumantri, 1998/1999: 113) mengungkapkan bahwa pendekatan keterampilan proses bukanlah tindakan instruksional yang berada diluar jangkauan kemampuan peserta didik. Pendekatan ini justru bermaksud mengembangkan kemampuan- kamapuan yang dimiliki peserta didik.
Jadi dari beberapa pengertian diatas PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES dapat diartikan sebagai wawasan atau anutan untuk menemukan fakta dan konsep maupun pengembangan keterampilan–keterampilan intelektual, sosial dan fisik yang bersumber dari kemampuan-kemampuan mendasar yang telah mengaktifkan siswa yang prinsipnya telah ada dalam diri siswa sehingga mampu menumbuhkan sejumlah keterampilan tertentu pada diri siswa itu sendiri.
            Keterampilan proses terdiri dari beberapa keterampilan diantaranya yaitu: mengamati, mengklasifikasikan, menginterprestasikan, meramalkan, menerapkan, merencanakan penelitian, dan mengkomunikasikan.



3.      HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN GURU DALAM PENERAPAN PKP
 Sebelum menetapkan PKP guru harus terlebih dahulu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Sebelum pelaksanaan PKP, guru menyusun program sedemikian rupa sehingga menunjang CBSA dengan kadar tinggi.
a.       Perlunya pengorganisasian kelas yang memungkinkan terciptanya sarana interaksi belajar mengajar yang mendorong siswa untuk aktif.
b.      Memilih metoda dan media yang dapat menunjang aktifitas siswa dalam belajar.
c.       Evaluasi yang dilakukan hendaknya mencakup evaluasi proses dan hasil belajar siswa secara komperatif.

4.      PERANANAN GURU DALAM PENERAPAN PKP
  1. Guru membimbing dan mendidik siswa untuk lebih terampil dalam menggunakan pengalaman, pendapat, dan hasil temuannya. Dengan cara menjelaskan bahan pelajaran yang diikuti dengan alat peragakan, demonstrasi, gambar, modal, bangan yang sesuai dengan keperluan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengembangkan kemampuan mengamati dengan cepat, cermat dan tepat.
  2. Guna menghidupkan suasana belajar yang kondusif sehingga mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif. Dengan merumuskan hasil pengamatan dengan merinci, mengelompokkan atau mengklasifikasikan materi pelajaran yang diserap dari kegiatan pengamatan terhadap bahan pelajaran tersebut.
  3. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menantang sehingga siswa terdorong untuk meneliti dan mencari jawaban atas pertanyaan tersebut.
  4. Guru memancing keterlibatan siswa dalam belajar. Seperti meramalkan sebab akibat kejadian perihal atau peristiwa lain yang mungkin terjadi di waktu lain atau mendapat suatu perlakuan yang berbeda.
  5. Guru harus memberikan semangat yang tinggi kepada siswa dalam mengajar.
  6. Guru melakukan komunikasi yang efektif dan memberikan informasi yang jelas, tepat, dan tidak samar-samar pada siswa. Seperti mengkomunikasikan hasil kegiatan kepada siswa dengan diskusi, ceramah mengarang dan lain-lain.
  7. Guru mendorong siswa untuk dapat menyimpulkan suatu masalah, peristiwa berdasarkan fakta, konsep, dan prinsip yang diketahui.
5.      MODEL-MODEL MENGAJAR DALAM PKP
Model mengajarkan maksudnya adalah dimana proses dan prosedur pembelajaran yang dapat mengoptimalkan kegiatan belajar siswa. Model-model tersebut sebagai berikut:
a.      Model Dengar-Lihat-Kerjakan (DeLiKan)
Model ini dapat digunakan untuk menyampaikan bahan pengajaran yang sifatnya fakta dan konsep. Aktivitas mental siswa dalam penggunaan model mengajar ini adalah : mengingat, mengenal, menjelaskan, membedakan, menyimpulkan dan menerapkan. Kegiatan belajar siswa yang dikembangkan menjadi tiga kegiatan yakni : kegiatan dengar, kegiatan lihat, kegiatan kerja.
b.      Model mengajar pemecahan masalah (permas)
1.      Pola kegiatan pembelajaran ini mengandung aktivitas belajar siswa yang cukup tinggi, tepat digunakan untuk mengajarkan konsep dan prinsip.
2.      Penyusunan satuan pertanyaan hampir sama dengan model lain. Yang perlu diperhatikan adalah menyusunan dan mengorganisasi bahan ajar.

c.       Model mengajar induktif
1.      Model kegiatan pembelajaran yang dikembangkan melalui cara berfikir induktif yaitu menarik kesimpulan dari fakta menuju kepada hal umum.
2.      Petunjuk pembuatan satuan pelajaran:
·         Waktu paling sedikit 2 jam pelajaran
·         Rumusan tujuan mencakup penyusunan bahan ajar dan keterampilan proses
·         Bahan pengajaran terdiri dari konsep materi, fakta, peristiwa, gejala yang akan diamati oleh siswa dan topik atau masalah yang akan didiskusikan
·          Urutan belajar siswa, menerima informasi, kekunjungan lapangan atau laboraturium kediskusikan kelompok ke melaporkan hasil diskusikan oleh kelompok dan merangkumnya sebagai kesimpulan diskusi kelas
·         Penilaian : penilaian proses selama kegiatan berlangsung dan penilaian hasil belajar setelah pelajaran selesai

d.      Model mengajar deduktif
1.      Pola belajar mengajar yang didasarkan atas cara berfikir deduktif adalah menarik kesimpulan dari pernyataan umum menajadi pernyataan khusus, dari konsep teori menjadi fakta
2.      Petunjuk pembuatan satuan pelajaran dimulai dari pembahasan konsep dan prinsip menuju pembuktian empiris di lapangan atau laboraturium

e.       Model mengajar gabungan deduktif induktif
1.      Pola BM yang menggabungkan penggunaan kedua model ini dalam satu proses pembelajaran. Tahap pertama menggunakan pendekatan deduktif, kemudian dilanjutkan dengan pendekatan induktif.
a.       Pendekatan deduktif menekankan konsep dan prinsip bahan pengajaran secara teoritis, berdasarkan prinsip-prinsip pengetahuan ilmiah
b.      Pendekatan induktif menekankan kajian bukti-bukti empiris dari konsep dan prinsip di laboraturium atau dengan alat sederhana atau dalam bentuk pemecahan masalah

2.      Petunjuk pembuatan satuan pelajaran. KBM yang ada dalam satuan pelajaran harus mangandung:
a.       Penjelasa maslah dan gejala oleh guru, supaya siswa memahami ruang lingkupnya
b.      Penelaah buku sumber : informasi untuk mendukung memecahkan masalah
c.       Pembahasan atau penelaah masalah dan gejala berdasarkan pengetahuan ilmiah
d.      Mencari jawaban dan pembuktian masalah dan gejala berdasarkan konsep dan prinsip pengetahuan ilmiah dengan melalui diskusi, praktikum atau pengamatan lapangan
e.       Klasifikasi TIK-nya mengandung unsur kognitif  tingkat tinggi seperti aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi

6.      LANGKAH-LANGKAH MELAKSANAKAN KETERAMPILAN PROSES

Untuk dapat melaksanakan kegiatan keterampilan proses dalam pembelajaran guru harus melakukan  langkah-langkah sebagai berikut:

1.    Pendahuluan atau pemanasan

Tujuan dilakukan kegiatan ini adalah mengarahkan peserta didik pada pokok permasalahan agar mereka siap, baik mental emosional maupun fisik.

Kegiatan pendahuluan atau pemanasan tersebut berupa:
  • Pengulasan atau pengumpulan bahan yang pernah dialami peserta didik yang ada hubungannya dengan bahan yang akan diajarkan.
  • Kegiatan menggugah dan mengarahkan perhatian perserta didik dengan mengajukan pertanyaan, pendapat dan saran, menunjukkan gambar atau benda lain yang berhubungan dengan materi yang akan diberikan.

BAB III
PENUTUP
Pendekatan keterampilan proses dapat diartikan sebagai wawasan atau anutan pengembangan keterampilan- keterampilan intelektual, sosial dan fisik yang bersumber dari kemampuan- kemampuan mendasar yang prinsipnya telah ada dalam diri siswa.
Keterampilan proses terdiri dari beberapa keterampilan diantaranya yaitu: mengamati, mengklasifikasikan, menginterprestasikan, meramalkan, menerapkan, merencanakan penelitian, dan mengkomunikasikan.
Dengan menggunakan PKP siswa akan ;
a.       Memperoleh pengertian yang tepat tentang hakekat pengetahuan
b.      Memperoleh kesempatan belajar dengan ilmu pengetahuan
c.       Memperoleh kesempatan melakukan proses dan memperoleh hasil belajar melalui pengalaman langsung

DAFTAR PUSTAKA
Moedjiono dan Moh. Dimyati. 1992/ 1993. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: DEPDIKBUD
Sumantri, Mulyani dan Johar Permana.1998/ 1999. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: DEPDIKBUD
Tim penyusun. 2006. Bahan Ajar Belajar dan Pembelajaran. Padang : Universitas Negeri Padang

http://www.papantulisku.com/2011/07/pendekatan-keterampilan-proses.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar